KH. Rivai Abdul Manap Nasution
BIOGRAFI
KH. Rivai Abdul Manap Nasution lahir di Kampung Amplas, Medan, pada tanggal 29 Juni 1922 dari pasangan Abdul Manap Nasution (w. 1943) dan Hj. Asmah Lubis. Kedua orang tuanya merupakan perantau dari Cubadak Pasaman, wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sejak kecil beliau memperoleh pendidikan umum dan agama secara seimbang. Ia menempuh pendidikan di sekolah Belanda, sekaligus belajar agama kepada ayahnya dan Syekh Ja’far Hasan di Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT) hingga tingkat Qism al-‘Ali. Beliau juga memperdalam seni baca Al-Qur’an kepada Ustaz Usman Fatah, yang membentuknya sebagai qari sekaligus seniman.
Rivai Abdul Manap Nasution aktif dalam organisasi Al Washliyah, sebuah organisasi Islam bermazhab Syafi’i dan Ahlussunnah wal Jamaah. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Al Washliyah dan diselesaikan di Universitas Islam Sumatera Utara.
Pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan, beliau tercatat sebagai anggota sekaligus pemimpin Laskar Pemuda Indonesia wilayah Amplas Medan. Setelah situasi kondusif, beliau memilih berjuang melalui jalur pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Pada tanggal 1 Mei 1950 beliau mendirikan Mesjid AR-RIVAI sebagai wujud komitmen memajukan pendidikan Islam. Beliau menjabat sebagai Ketua Umum hingga akhir hayatnya.
Selain mendirikan lembaga pendidikan dan dakwah, beliau aktif dalam berbagai organisasi sosial, keagamaan, dan pemerintahan.
Setelah mengabdikan hidupnya dalam pendidikan, dakwah, dan perjuangan sosial, KH. Rivai Abdul Manap Nasution wafat pada hari Senin, 31 Juli 1989 dalam usia 67 tahun dan dimakamkan di Pekuburan Keluarga Muslim Amplas Medan.
“Ilmu tanpa akhlak kehilangan arah, dan akhlak tanpa ilmu kehilangan cahaya.”